PALEMBANG - Tata kelola perkebunan di Musi Banyuasin terus dilakukan pembenahan terutama terkait dengan data base perkebunan dan peremajaan perkebunan atau replanting.

Berdasarkan data yang terhimpun, ada 1,4 juta hektare luas lahan di Musi Banyuasin (Muba) dan sekitar 950 ribu hektare merupakan perkebunan kelapa baik kelapa sawit ataupun karet.

“Kami terus konsiten untuk kemajuan perkebunan Muba, cara yang dilakukan yakni dengan penguatan lembaga petani berbasis data base lahan,”ungkap Kepala Dinas Perkebunan Musi Banyuasin Iskandar Syahrianto di acara Diskusi dengan Tema Musi Banyuasin Membangun Kawasan Industri Melalui Pendekatan Lanskap Ekologi, dan Komoditi Budaya Lestari, Selasa (3/12/2019) di Whydam Hotel Palembang.

Dia menjelaskan Muba sudah mendata pekebun/petani 1 : 50.000 dan akan diperkuat 1 : 2500 sehingga kedepan setiap persil tanah milik petani dapat diketahui pemiliknya.

“Kita sudah lakukan perbandingan dengan Thailand yang sudah lebih maju, karena Raja mengetahui data base setiap persil kepemilikan lahannya,”ujarnya.

Menurutnya, Dinas perkebunan Muba juga akan melakukan upaya sertifikasi perkebunan milik masyarakat yang akan dilakukan pada tahun 2020 mendatang.

Pendekatan lansekap yuridiksi sertifikasi ini sebagai upaya menciptakan petani atau pekebun yang berdaulat dan mudah mengakses modal.

Selain pembenahan data base, Muba juga konsen dalam pembenahan lahan perkebunan rakyat yang tidak produktif melalui replanting. Saat ini sudah mendapatkan dana peremajaan 12 ribu hektare dari BPDP-KS ( Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit) untuk replanting.

“Sebut saja perkebunan Sawit ada sekitar 350 ribu tanaman sawit, 80 persennya tidak berkualitas dan produktifitasnya rendah,”ungkap Iskandar.

Di tempat yang sama Kepala Divisi UKMK BPDP-KS Helmi Muhansyah menambahkan, terkait hilirisasi pihaknya sangat mendukung penuh untuk Muba dan semoga juga direplikasi di tempat lain.

"Bahkan saat dari sisi risetnya, kami bekerja sama dengan ITB yang membuat katalisnya, kami bekerja sama mulai dari pendanaan hingga selesai.

Sekarang tinggal bagaimana mengimplementasikannya dan Muba adalah salah satu tempatnya, mudah-mudahan kami berhasil mengkolaborasikannya. Selama untuk sawit kami siap mendukung penuh," kata dia.

Mengenai PSR, lanjut dia, keberhasilan luasan lahan yang didanai BPDP-KS bergantung pada Rekomendasi teknis.

"Jika rekomtek sudah masuk di kami pasti akan kami salurkan, BPDP-KS hanya bekerja di belakang layar bukan yang mencari petaninya. Kuncinya ada direkomtek yang benar kami support dan prosesnya juga tidak lama," pungkasnya.